Bluebird Group merupakan salah satu perusahaan terpercaya dan inovatif di Indonesia, menawarkan beragam layanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Dikenal dengan taksi biru ikoniknya, Bluebird hadir menjadi ciri khas jalanan Jakarta dan pemimpin dalam mobilitas perkotaan. Seperti halnya New York yang identik dengan taksi kuning dan London dengan taksi hitam, armada taksi biru Bluebird telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari di kota-kota besar Indonesia.
Sebagai bagian dari komitmen kami untuk berkembang dan beradaptasi dengan perubahan lanskap transportasi, Bluebird bertransformasi menjadi perusahaan Mobility-as-a-Service (MaaS) yang adaptif. Dengan fokus pada kapabilitas Multi-Product, Multi-Channel, dan Multi-Payment (3M), Bluebird menghadirkan layanan yang lebih mudah dijangkau dan nyaman digunakan oleh para pelanggan kami.
Komitmen kami terhadap layanan berkualitas dengan tetap mengutamakan 'Human Connection' tetap menjadi inti di setiap aspek bisnis, diperkuat oleh implementasi SNI (Standar Nyaman Indonesia), sebuah standar kenyamanan dan keamanan. Melayani jutaan penumpang setiap bulan, Bluebird Group telah memperluas layanannya untuk mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi, logistik, alat berat, solusi IT, hingga pengembangan properti.
Saat ini, layanan Bluebird Group tidak hanya tersedia di Jakarta, tetapi juga di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya, Bandung, Bali, Lombok, Semarang, Medan, Pekanbaru, Palembang, Bangka Belitung, Batam, Banten, Manado, Makassar, Yogyakarta, serta pusat-pusat bisnis dan pariwisata di seluruh Indonesia.
Kresna Priawan lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 1990 dengan gelar di jurusan teknik mekanik kemudiaan mendapatkan gelar Master Bisnis Manajemen dari Asia Institute of Management, Filipina, pada tahun 1996. Beliau memulai karirnya sebagai Manajer Umum di PT Iron Bird dari tahun 1996 sampai 2000, kemudian menjadi Wakil Presiden Audit di Blue Bird Group dari tahun 2000 sampai 2012 bersamaan dengan menjadi Wakil Ketua angkatan pelabuhan khusus Organda DKI Jakarta dari tahun 1998 sampai 2003. Sekarang beliau juga memegang posisi sebagai Komisaris Utama di beberapa cabang Blue Bird Group seperti PT Pusaka Satria Utama sejak tahun 2000, PT Central Naga Europindo sejak tahun 2001, PT Goldenbird Bali sejak tahun 2002, PT Morante Jaya sejak tahun 2003, PT Cendrawasih Pertiwijaya sejak tahun 2008, dan PT Irdawan Multitrans sejak 2011. Jabatan lainnya yang telah dipercayakan pada beliau adalah Presiden Direktur PT Pusaka Prima Transport sejak 2001, Direktur PT Iron Bird sejak 2002, Direktur PT Angkutan Kontenindo Antarmoda sejak 2004, dan Direktur PT Lombok Taksi Utama sejak 2008. Kresna Priawan juga anggota dari Dewan Pengawas ASPERKINDO sejak 2008.
Lulus dari pendidikan dokter Universitas Indonesia di tahun 1999, dr. Sri Adriyani Lestari bergabung dengan perusahaan sebagai Asisten Direktur pada tahun 2001 sampai 2004, kemudian menjadi Manajer Umum Pool Garuda dari tahun 2001 sampai 2004, dan sebagai Wakil Presiden Urusan Regulasi dari tahun 2006 sampai 2013. Sekarang beliau adalah anggota Dewan Komisaris di beberapa cabang seperti PT Pusaka Satria Utama dan PT Big Bird Pusaka sejak 2000, PT Morante Jaya dan PT Silver Bird sejak 2003, PT Pusaka Bumi Mutiara sejak 2010, and PT Irdawan Multitrans sejak 2011, PT Cendrawasih Pertiwijaya sejak 2012, PT Pusaka Nuri Utama dan PT Lintas Buana Taksi sejak 2013. Beliau juga anggota Dewan Direktur PT Central Naga Europindo, PT Pusaka Thrifty, dan PT Pusaka Prima Transport sejak 2001, PT Prima Sarijati Agung sejak 2002, PT Blue Bird Pusaka sejak 2012, PT Golden Bird Metro dan PT Blue Bird Taxi sejak 2013.
Andre Djokosoetono memperoleh gelar Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2020, Magister Administrasi Bisnis dari Bentley University pada 2003, dan Owner/President Management Program dari Harvard Business School. Beliau bergabung dengan perusahaan ini sebagai Tim Proyek SAP dari tahun 2003 sampai 2005 dan Manajer IT dari tahun 2005 sampai 2006. Beliau juga Kepala Unit Taksi Organda DKI Jakarta dari tahun 2007 sampai 2013. Saat ini, beliau memegang posisi sebagai Presiden Direktur PT Iron Bird Transport sejak 2003, PT Irdawan Multitrans sejak 2011, PT Big Bird Pusaka, PT Cendrawasih Pertiwijaya, dan PT Pusaka Andalan Perkasa sejak 2012, dan PT Morante Jaya sejak 2013. Beliau juga merupakan Direktur PT Pusaka Prima Transport sejak 2009, PT Pusaka Integrasi Mandiri sejak 2008, PT Global Pusaka Solutions sejak 2009, PT Luhur Satria Kencana sejak 2012 dan PT Lintas Buana Taksi sejak 2013. Beliau pun juga Komisaris PT Central Naga Europindo sejak 2001, PT Pusaka Bumi Mutiara sejak 2010, PT Golden Bird Bali sejak 2012, dan beliau merupakan bagian dari Dewan Pertimbangan DPP Organda DKI Jakarta untuk periode 2013 hingga 2018.
Noni Purnomo memegang gelar Bachelor of Engineering (Industrial) dari University of Newcastle, Australia, gelar Master of Business Administration (Finance & Marketing) dari University of San Francisco, Amerika Serikat, dan terakhir memegang gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari University of Newcastle, Australia. Noni Purnomo dikenal karena komitmennya terhadap keunggulan dan inovasi di sektor transportasi. Selain itu, ia fokus pada inisiatif keberlanjutan, mempromosikan penggunaan kendaraan ramah lingkungan, dan berupaya mengurangi jejak karbon secara berkelanjutan.
Di luar prestasi profesionalnya, Noni Purnomo aktif terlibat dalam usaha filantropi dan berbagai gerakan sosial. Ia mendukung pemberdayaan perempuan dan telah memainkan peran penting dalam mempromosikan kesetaraan gender di industri transportasi. Noni telah diakui atas kontribusi luar biasanya dengan menerima beberapa penghargaan atas kecakapannya dalam bisnis dan dedikasinya terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.
Noni Purnomo mendirikan Bluebird Peduli pada tahun 1998 dan Kartini Bluebird pada tahun 2014. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Bilateral untuk Norwegia dan Islandia di KADIN. Ia menerima Penghargaan Prinsip Pemberdayaan Perempuan (WEP) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk kawasan Asia-Pasifik pada tahun 2020, dan terpilih sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia untuk periode 2023-2024, juga sebagai Anggota Tim Penasihat Wilayah Asia Tenggara Temasek (TSEAP).
Sigit Priawan memperoleh gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Trisakti pada tahun 1993 dan gelar Magister Administrasi Bisnis dari Simon School of Business, University of Rochester, New York, Amerika Serikat pada tahun 1997. Sepanjang karirnya di Bluebird, beliau telah menduduki posisi penting di perusahaan, termasuk sebagai Senior Operation Manager dan Wakil Presiden Operasional Pusat.
Selain peran di perusahaan, Sigit Priawan juga menjabat di beberapa posisi lain seperti Komisaris Utama PT Pusaka Andalan Perkasa dan Hermis Consulting. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris dan Direktur Utama di berbagai anak perusahaan yang terrafiliasi dengan Bluebird Group, termasuk PT Pusaka Prima Transport sejak tahun 2001, PT Prima Sarijati Agung sejak tahun 2002, PT Silver Bird sejak tahun 2003, PT Pusaka Buana Utama sejak tahun 2010, PT Pusaka Niaga Indonesia sejak tahun 2010, dan PT Pusaka Bumi Transport sejak tahun 2012. Beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Pusaka Nuri Utama sejak tahun 1997 dan PT Luhur Satria Sejati Kencana sejak tahun 2012.
Bayu Priawan Djokosoetono mendapatkan gelar Manajemen Ekonomi dari Universitas Pancasila di tahun 2002 dan gelar Master Manajemen Bisnis dari Monash University di Australia pada tahun 2005. Beliau bergabung dengan perusahaan di tahun 2005 sebagai Management Trainee di Departemen Administrasi Finansial dan naik jabatan menjadi Manajer Administrasi Finansial dari tahun 2005 sampai 2006, Manajer Operasional Pool Perigi dari tahun 2006 sampai 2007, dan Manajer Umum Pool Halim dari 2007 sampai 2009.
Di samping menjadi Kepala Komisaris PT Pusaka Citra Djokosoetono dari tahun 2013, Beliau juga Komisaris di PT Blue Bird Pusaka dan PT Luhur Satria Sejati Kencana sejak tahun 2012, PT Pusaka Thrifty sejak 2001, PT Pusaka Integrasi Mandiri sejak 2008, PT Global Pusaka Solutions sejak 2009, PT Lintas Buana Sakti, PT Golden Bird Metro, dan PT Morante Jaya sejak tahun 2013. Beliau juga adalah seorang Direktur untuk beberapa perusahaan seperti PT Pusaka Bumi Mutiara sejak 2010, PT Pusaka Satria Utama, PT Big Bird Pusaka, PT Cendrawasih Pertiwijaya, dan PT Pusaka Andalan Perkasa sejak 2012. Sebelumnya beliau juga merupakan anggota dari HIPMI sebagai Bendahara Umum dari tahun 2011 sampai 2014, Wakil Bendahara Umum DPP KNPI dari tahun 2011 sampai 2014, dan Wakil Ketua Komite Tetap bidang Perhubungan/Transportasi dan ASDP Kadin Indonesia dari tahun 2011 sampai 2014.
Purnomo Prawiro, salah satu pendiri Bluebird, beralih peran sebagai Dewan Penasihat PT Blue Bird Tbk pada tahun 2019, setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama selama 25 tahun. Dengan pengalaman yang luas dan pemahaman mendalam tentang industri, beliau terus memainkan peran penting dalam membentuk arah strategis perusahaan dan menjaga nilai-nilai inti yang menjadikan Bluebird sebagai pelopor di industri taksi di Indonesia. Dedikasi dan komitmen tanpa henti terhadap nilai-nilai ini telah menjadi kunci kesuksesan Bluebird, yang berhasil menjadikannya sebagai salah satu penyedia transportasi darat paling terkemuka di tanah air.
Sejak pendirian perusahaan pada tahun 1972, Purnomo Prawiro, bersama dengan ibu dan saudaranya, memulai misi untuk merevolusi industri taksi di Indonesia. Keyakinannya yang kuat terhadap pelayanan prima, keandalan, dan keamanan menjadi fondasi dari operasi Bluebird, yang kemudian menjadi landasan pencapaian masa depan perusahaan. Fokus beliau pada integritas dan kerja keras terus menjadi panduan bagi para karyawan perusahaan, memastikan bahwa nilai-nilai inti ini tetap tertanam kuat dalam operasional Bluebird.
Noni Purnomo menjabat sebagai Anggota Dewan Penasihat di Bluebird. Perjalanannya dimulai dari peran pertamanya di perusahaan lebih dari 26 tahun yang lalu, hingga menjadi Direktur Utama (2019-2021), kemudian sebagai Komisaris Utama Perseroan (2021-2023), hingga saat ini menjabat sebagai Anggota Dewan Penasihat PT Blue Bird Tbk sekaligus Komisaris Utama Bluebird Group Holding, yang telah mencerminkan kepemimpinannya yang luar biasa, ketekunan, dan dedikasinya dalam mendorong perubahan positif di industri transportasi.
Noni Purnomo memegang gelar Bachelor of Engineering (Industrial) dari University of Newcastle, Australia, gelar Master of Business Administration (Finance & Marketing) dari University of San Francisco, Amerika Serikat, dan terakhir memegang gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari University of Newcastle, Australia. Noni Purnomo dikenal karena komitmennya terhadap keunggulan dan inovasi di sektor transportasi. Selain itu, ia fokus pada inisiatif keberlanjutan, mempromosikan penggunaan kendaraan ramah lingkungan, dan berupaya mengurangi jejak karbon secara berkelanjutan.
Di luar prestasi profesionalnya, Noni Purnomo aktif terlibat dalam usaha filantropi dan berbagai gerakan sosial. Ia mendukung pemberdayaan perempuan dan telah memainkan peran penting dalam mempromosikan kesetaraan gender di industri transportasi. Noni telah diakui atas kontribusi luar biasanya dengan menerima beberapa penghargaan atas kecakapannya dalam bisnis dan dedikasinya terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.
Noni Purnomo mendirikan Bluebird Peduli pada tahun 1998 dan mendirikan Kartini Bluebird pada tahun 2014. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Bilateral untuk Norwegia dan Islandia di KADIN. Ia menerima Penghargaan Prinsip Pemberdayaan Perempuan (WEP) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk kawasan Asia-Pasifik pada tahun 2020, dan terpilih sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia untuk periode 2023-2024, juga sebagai Anggota Tim Penasihat Wilayah Asia Tenggara Temasek (TSEAP).
Melalui kepemimpinan dan visinya, Noni Purnomo telah memperkuat posisi Bluebird Group sebagai penyedia layanan transportasi yang terpercaya dan handal di Indonesia. Semangat kewirausahaannya, komitmen terhadap pelayanan, dan dedikasinya terhadap isu-isu sosial terus menginspirasi orang lain di kalangan komunitas bisnis maupun masyarakat umum di dalam dan luar negeri.
Andre Djokosoetono menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan atas kepemimpinan yang kuat terutama di bidang transformasi dan inovasi serta niaga. Beliau dipercaya menjadi Direktur Utama PT Blue Bird Tbk berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama (2021-2023). Karirnya dimulai sebagai Management Trainee di PT Blue Bird Tbk 23 tahun yang lalu. Beliau memperoleh gelar Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Magister Administrasi Bisnis dari Bentley University, dan Owner/President Management Program dari Harvard Business School.
Sejak 2015, beliau menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Ketua Komite Tetap Perhubungan Darat Kamar Dagang (Kadin) Indonesia. Pada tahun 2018, Andre Djokosoetono resmi diangkat sebagai Ketua Komite Darat & Kereta Api, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Angkutan Darat DPP ALFI/ILFA di 2019. Sementara ini, beliau juga menjabat sebagai anggota Dewan Direksi dan Dewan Komisaris di beberapa anak perusahaan/perusahaan yang terafiliasi dengan PT Blue Bird Tbk.
Sigit Priawan Djokosoetono membawa pengalaman mendalam dan visi strategis dalam perannya. Dengan latar belakang sebagai Direktur Utama PT Blue Bird Tbk (2021-2023), beliau telah menunjukkan kepemimpinan yang mengesankan. Beliau memperoleh gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Trisakti pada tahun 1993 dan gelar Magister Administrasi Bisnis dari Simon School of Business, University of Rochester, New York, Amerika Serikat pada tahun 1997. Sepanjang karirnya di Bluebird, beliau telah menduduki posisi penting di perusahaan, termasuk sebagai Senior Operation Manager dan Wakil Presiden Operasional Pusat.
Selain peran di perusahaan, Sigit Priawan juga menjabat di beberapa posisi lain seperti Komisaris Utama PT Pusaka Andalan Perkasa dan Hermis Consulting. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris dan Direktur Utama di berbagai anak perusahaan yang terrafiliasi dengan Bluebird Group, termasuk PT Pusaka Prima Transport sejak tahun 2001, PT Prima Sarijati Agung sejak tahun 2002, PT Silver Bird sejak tahun 2003, PT Pusaka Buana Utama sejak tahun 2010, PT Pusaka Niaga Indonesia sejak tahun 2010, dan PT Pusaka Bumi Transport sejak tahun 2012. Beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Pusaka Nuri Utama sejak tahun 1997 dan PT Luhur Satria Sejati Kencana sejak tahun 2012.
Irawaty Salim earned her Bachelor's degree in Accounting from Trisakti University in 1995. She began her career in the same year at the public accounting firm Purwanto, Suherman & Surja, members of Ernst & Young, where she worked until 2012.
In 2013, Irawaty joined PT Blue Bird Tbk and served as Accounting General Manager until 2018. Following her expertise in accounting, she was appointed Vice President of Accounting and Corporate Banking at PT Blue Bird Tbk in 2018. In 2022, based on the decision of the Extraordinary General Meeting of Shareholders, she was appointed as Independent Director of Partnership at PT Blue Bird Tbk, a position she continues to hold.
Bayu Priawan Djokosoetono mendapatkan gelar Manajemen Ekonomi dari Universitas Pancasila di tahun 2002 dan gelar Master Manajemen Bisnis dari Monash University di Australia pada tahun 2005. Beliau bergabung dengan perusahaan di tahun 2005 sebagai Management Trainee di Departemen Administrasi Finansial dan naik jabatan menjadi Manajer Administrasi Finansial dari tahun 2005 sampai 2006, Manajer Operasional Pool Perigi dari tahun 2006 sampai 2007, dan Manajer Umum Pool Halim dari 2007 sampai 2009.
Di samping menjadi Kepala Komisaris PT Pusaka Citra Djokosoetono dari tahun 2013, Beliau juga Komisaris di PT Blue Bird Pusaka dan PT Luhur Satria Sejati Kencana sejak tahun 2012, PT Pusaka Thrifty sejak 2001, PT Pusaka Integrasi Mandiri sejak 2008, PT Global Pusaka Solutions sejak 2009, PT Lintas Buana Sakti, PT Golden Bird Metro, dan PT Morante Jaya sejak tahun 2013. Beliau juga adalah seorang Direktur untuk beberapa perusahaan seperti PT Pusaka Bumi Mutiara sejak 2010, PT Pusaka Satria Utama, PT Big Bird Pusaka, PT Cendrawasih Pertiwijaya, dan PT Pusaka Andalan Perkasa sejak 2012. Sebelumnya beliau juga merupakan anggota dari HIPMI sebagai Bendahara Umum dari tahun 2011 sampai 2014, Wakil Bendahara Umum DPP KNPI dari tahun 2011 sampai 2014, dan Wakil Ketua Komite Tetap bidang Perhubungan/Transportasi dan ASDP Kadin Indonesia dari tahun 2011 sampai 2014.
Lulus dari pendidikan dokter Universitas Indonesia di tahun 1999, dr. Sri bergabung dengan perusahaan sebagai Asisten Direktur pada tahun 2001 sampai 2004, kemudian menjadi Manajer Umum Pool Garuda dari tahun 2001 sampai 2004, dan sebagai Wakil Presiden Urusan Regulasi dari tahun 2006 sampai 2013. Sekarang beliau adalah anggota Dewan Komisaris di beberapa cabang seperti PT Pusaka Satria Utama dan PT Big Bird Pusaka sejak 2000, PT Morante Jaya dan PT Silver Bird sejak 2003, PT Pusaka Bumi Mutiara sejak 2010, and PT Irdawan Multitrans sejak 2011, PT Cendrawasih Pertiwijaya sejak 2012, PT Pusaka Nuri Utama dan PT Lintas Buana Taksi sejak 2013. Beliau juga anggota Dewan Direktur PT Central Naga Europindo, PT Pusaka Thrifty, dan PT Pusaka Prima Transport sejak 2001, PT Prima Sarijati Agung sejak 2002, PT Blue Bird Pusaka sejak 2012, PT Golden Bird Metro dan PT Blue Bird Taxi sejak 2013.
Kresna Priawan lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 1990 dengan gelar di jurusan teknik mekanik kemudiaan mendapatkan gelar Master Bisnis Manajemen dari Asia Institute of Management, Filipina, pada tahun 1996.. Beliau memulai karirnya sebagai Manajer Umum di PT Iron Bird dari tahun 1996 sampai 2000, kemudian menjadi Wakil Presiden Audit di Blue Bird Group dari tahun 2000 sampai 2012 bersamaan dengan menjadi Wakil Ketua angkatan pelabuhan khusus Organda DKI Jakarta dari tahun 1998 sampai 2003. Sekarang beliau juga memegang posisi sebagai Komisaris Utama di beberapa cabang Blue Bird Group seperti PT Pusaka Satria Utama sejak tahun 2000, PT Central Naga Europindo sejak tahun 2001, PT Golden Bird Bali sejak tahun 2002, PT Morante Jaya sejak tahun 2003, PT Cendrawasih Pertiwijaya sejak tahun 2008, dan PT Irdawan Multitrans sejak 2011. Jabatan lainnya yang telah dipercayakan pada beliau adalah Presiden Direktur PT Pusaka Prima Transport sejak 2001, Direktur PT Iron Bird sejak 2002, Direktur PT Angkutan Kontenindo Antarmoda sejak 2004, dan Direktur PT Lombok Taksi Utama sejak 2008. Kresna Priawan juga anggota dari Dewan Pengawas ASPERKINDO sejak 2008.
Lulus dari Universitas Tarumanegara pada tahun 1986 dengan gelar Manajemen Ekonomi, beliau adalah Wakil Bendahara DPP Organda DKI Jakarta pada tahun 1990 sampai 1995, Direktur PT Silverinda Nusabird dari tahun 1993 sampai 2003, Bendahara DPP Organda DKI Jakarta dari tahun 1995 sampai 1998, Direktur PT Morante Jaya dari tahun 1995 sampai 2013, dan Penasehat Senior perusahaan dari tahun 2001 sampai 2003.
Irjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Setiyadi, SH, M.Si lulus Akademi Kepolisian pada tahun 1985, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1993, Sekolah Staf dan Pimpinan Polri tahun 2000, SESPATI tahun 2008 dan Lemhannas tahun 2012. Beliau juga memperoleh S1 di tahun 1991 dan S2 di tahun 1993. Selama masa bertugas, beliau sempat menjabat antara lain sebagai Dirlantas Polda Maluku, Dirlantas Polda Riau, Dirlantas Polda Sulawesi Selatan, Kabag Renmin Korlantas Polri, Kepala Biro Umum Lemhannas, Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Iptek Lemhannas, dan terakhir, sejak tahun 2017 sebagai Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Beliau merupakan Chartered Financial Analyst dari AIMR, Charlottesville pada tahun 1998. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1985 dan memperoleh gelar Teknik Elektro, dan memperoleh gelar Master Manajemen Bisnis dari IPMI, Jakarta, di tahun 1988. Beliau memulai karirnya sebagai Manajer Produk di Citibank dari tahun 1988 sampai 1991 dan menjadi Wakil Presiden PT Tirtamas Comexindo from 1991 sampai 1997. Beliau bergabung dengan PT Bahana Securities dari tahun 1997 sampai 2003 dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dari 2004 sampai 2012 dengan jabatan terakhirnya sebagai Presiden Direktur. Beliau juga Komisaris dan Ketua Komite Audit di PT Semen Padang dari tahun 2003 sampai 2004.
Lulusan dari Akademi Kepolisian (AKPOL) RI tahun 1984, beliau menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian dari PTIK Jakarta tahun 1988, dan Sarjana Hukum dari UKI Tomohon, Sulawesi Utara tahun 1995, lulus Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian di tahun 1998, memperoleh Post Graduate Certificate in Criminal Justice & Police Management dari Leicester University, United Kingdom di tahun 1999, dan lulus dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di tahun 2010. Sebelum bergabung dengan Bluebird, beliau telah menjabat sebagai Perwira Tinggi Staf Sumber Daya Manusia Kepolisian RI (penugasan pada LEMHANNAS RI) (2015), Kepala Divisi Hukum Kepolisian RI (2016), Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Kepolisian RI (2016), Kepala Divisi Humas Kepolisian RI (2017), dan menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian (2018-2019).
Alamanda Shantika mendapat gelar Sarjana Komputer dan Sarjana Sains dari Universitas Bina Nusantara. Beliau merupakan pendiri dan CEO Akademi Binar, sebuah institusi non-formal yang memiliki tujuan untuk menghasilkan bakat-bakat kompeten di bidang digital. Sejak tahun 2019 sampai sekarang, beliau telah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Mandiri Capital Indonesia dan anggota dari Tim Sumber Daya Manusia dan Studi Ekonomi Digital Dewan Penasehat Presiden. Beliau sebelumnya memegang peranan penting di Gojek (sekarang GoTo) seperti Vice President of People and Culture, Vice President of Product, dan Tech Product Consultant. Sebelum ini, beliau berperan sebagai Head of Product Development Engineering di Kartuku.
Alamanda memperoleh beberapa penghargaan, termasuk: Inspiring Woman of the Year 2018 di acara Elle Style Awards 2018, Women of the Year 2017 versi majalah Her World, 4.0 under 40 versi majalah Marketeers, dan Women in Tech 2017 pada Habibie Festival tahun 2017.