Rumah no.107 di Jl. Cokroaminoto menjadi cikal bakal lahirnya Bluebird. Pendiri Bluebird, Ibu Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, pertama kali menjalankan bisnis taksi di rumah ini.
Deretan Bus Big Bird bertugas sebagai armada antar jemput siswa di sekolah Jakarta Intercultural School.
Taksi Bluebird dengan armada Holden Torana sudah menggunakan A/C untuk menambah kenyamanan pelanggan.
Pengemudi Bluebird menjadi pengemudi resmi KTT Non Blok 1992.
Taksi eksekutif Silverbird diresmikan di balai kota DKI Jakarta disaksikan langsung oleh Ibu Mutiara Djokosoetono.
Compterized System untuk Call Center mulai diaplikasikan.
Perubahan warna Bluebird dari solid blue menjadi metallic frost blue diresmikan oleh Presiden Komisaris Bluebird Group, Chandra Suharto.
Aplikasi Radio Mobile Data Terminal dan Device SIGteg untuk kemudahan penyebaran order ke setiap taksi.
Taksi eksekutif pertama di Indonesia dengan menggunakan Mercedez Benz diresmikan Presiden Komisaris Bluebird Group, Chandra Suharto.
Peresmian Batik sebagai seragam resmi Bluebird oleh Dirjen Budaya Seni dan Film DepBudPar RI Drs. Tjejep Suparman M.,Si, dengan Direktur Utama Bluebird Group Dr. Purnomo Prawiro di Museum Fatahillah.
Taxi Mobile Reservation, aplikasi pesan taksi melalui smartphone pertama di dunia untuk Blackberry diresmikan oleh VPO Sigit PD, Direktur Utama Dr. Purnomo Prawiro, Wakil Menteri Perhubungan Dr. Bambang Susantono, dan Presiden Direktur Research in Motion Andrew Cobham.
Peluncuran kembali aplikasi MyBluebird dengan fitur yang memudahkan pelanggan, termasuk pembayaran tunai dan non-tunai (kartu kredit, kartu debit dan Bluebird e-voucher).
Peluncuran Aplikasi MyBluebird5, menghadirkan berbagai fitur seperti Chat to Driver, Fixed Price, dan Multi-Payment.